Selasa, 21 Februari 2012

SETIAP PRAJURIT TNI MENGEMBAN TUGAS PUBLIC RELATIONS



Setiap pemberitaan media massa menyangkut diri prajurit TNI selalu membawa konsekuensi kepada lembaga TNI.   Karenanya setiap perilaku prajurit TNI, baik positif maupun negatif, secara individu atau dalam hubungan kesatuan, akan berpengaruh langsung terhadap citra atau nama baik TNI.   Perilaku positif prajurit TNI akan memberikan gambaran positif terhadap TNI. Sebaliknya, perilaku negatif yang dilakukan oleh oknum prajurit TNI, juga akan memberikan gambaran negatif tentang TNI.
Pada dasarnya setiap prajurit TNI adalah sosok yang menggambarkan institusi TNI. Oleh karena itu sikap dan perilaku prajurit TNI harus benar-benar dijaga, agar tidak merusak citra TNI secara keseluruhan.  Seberapa pun kecilnya tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh oknum prajurit TNI, akan memberikan dampak luar biasa terhadap citra atau nama baik TNI.
Setiap prajurit TNI mengemban tugas Public Relations.   Apa itu Public Relations TNI, yakni komunikasi yang secara terus menerus dilakukan untuk membantu institusi TNI dan publiknya agar dapat saling menyesuaikan diri, saling memahami, saling mengerti antara satu dengan yang lain sehingga institusi TNI bisa diterima, disukai, didukung, serta dihormati, baik oleh anggota prajurit maupun oleh masyarakat luas.
Siapa yang harus melakukan Public Relations TNI ? Tidak lain adalah setiap individu prajurit TNI.   Sebab setiap prajurit TNI akan menjadi sosok yang menggambarkan tentang institusi TNI.   Pemahaman ini harus kita miliki bersama, sehingga setiap prajurit TNI harus berhati-hati dan menghindarkan diri dari perilaku negatif.  
Kesadaran dan pemahaman ini juga menjadi awal bagi prajurit TNI dalam melakukan tugas Public Relations yang dapat menumbuhkan sekaligus menjaga citra TNI.  Citra TNI adalah citra diri prajurit TNI sebagai individu maupun kesatuan.  Apa yang kita lakukan dan apa yang kita tampilkan di masyarakat, akan menjadi gambaran  wajah institusi TNI.
Ingat bahwa citra dan reputasi yang baik tidak dapat dibeli, tetapi bisa didapatkan.   Caranya, bukan dengan uang, tetapi dengan perilaku yang baik dari setiap prajurit TNI. 

Merindukan Pribadi-Pribadi Unggul



Perubahan dan kemajuan sebuah bangsa selalu diinspirasi dan digerakkan oleh pribadi-pribadi unggul dalam berbagai profesi dan bidang kehidupan. Bangsa ini merdeka karena tampilnya pribadi-pribadi unggul.

Saat ini, posisi Indonesia mirip situasi pra-kemerdekaan: berjuang meraih kedaulatan bermartabat dalam pergaulan dunia.

Paham kaum strukturalis ada benarnya, bahwa faktor-faktor dominan yang menggerakkan perubahan sosial itu bukannya subyek yang bekerja secara otonom, tetapi relasi-relasi kuasa yang bersifat impersonal. Namun, pendapat ini tidak selalu benar mengingat dalam sejarah banyak pribadi unggul yang bahkan mampu membangun paradigma pemikiran baru dan menggubah jalan serta peta sejarah. Mereka bukan sekadar trend setters, tetapi history makers.

Dalam sejarah Indonesia, Soekarno-Hatta adalah ikon dua pribadi unggul dalam pemikiran intelektual dan gerakan politik untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Di dunia bulu tangkis, kita pernah memiliki Rudy Hartono. Ada sekian sosok lain yang memiliki reputasi nasional dalam bidang beragam dan menjadi wakil bangsa yang dihormati dalam percaturan dunia.

Tentu saja secara moral, intelektual, dan psikologis setiap anak terlahir memiliki keunikan dan keunggulan. Menurut kajian neuro-psikologi, rata-rata potensi kecerdasan orang yang teraktualisasikan masih di bawah lima persen. Jadi sebenarnya banyak sekali putra-putri bangsa yang memiliki potensi keunggulan kelas dunia, asal mendapat fasilitas, perhatian, dan kesempatan untuk tumbuh. Hal ini sudah dibuktikan Yohannes Surya dengan program mencari dan membina bibit unggul di bidang Olimpiade Fisika Internasional. Hasilnya sungguh mengagetkan, banyak anak Indonesia dari keluarga miskin yang menjadi juara kelas dunia.